Sabtu, 26 Desember 2009

Percakapan Anggodo-Ong Yuliana Jadi Pengantar

Percakapan Anggodo-Ong Yuliana Jadi Pengantar
Bagus Kurniawan - detikNews

Yogyakarta - Buku "Membongkar Gurita Cikeas, Di Balik Skandal Bank Century" karya Dr George Junus Aditjondro menuai kontroversi. Seperti apa buku ini? Buku ini di halaman pengantar antara lain mengutip percakapan Ong Yuliana dan Anggodo Widjojo.

Buku Aditjondro ini setebal 183 halaman. Buku diterbitkan oleh PT Galangpress. Rencananya buku itu akan dilaunching secara resmi di Jakarta. Sedang acara prelaunching telah dilakukan di kantor Galangpress pada Rabu (23/12/2009) lalu.

Kutipan percakapan Ong Yuliana dan Anggodo yang dikutip dalam pengantar antara lain berbunyi, "Pokoke saiki (pokoknya sekarang) SBY mendukung. SBY itu mendukung Ritonga lho". Percakapan yang merupakan sadapan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu sebenarnya sudah diperdengarkan di dalam sidang Mahkamah Konstitusi (MK).

Sementara di bagian daftar isi di antaranya berisi, "Membongkar Gurita Cikeas di Balik Skandal Bank Century, Bantuan Grup Sampoerna untuk Harian Jurnas, Pemanfaatn PSO LKBN Antara untuk Bravo Media Center, Yayasan-Yayasan yang Berafiliasi dengn SBY, Kaitan dengan Bisnis Keluarga Cikeas, Yayasan-Yayasan yang berafiliasi dengan Ny Ani Yudhoyono, Pelanggaran-Pelanggaran UU Pemilu oleh
Caleg-Caleg Partai Demokrat. Di bagian akhir buku berupa kesimpulan dan sejumlah bahan referensi dan lampiran-lampiran.

Menurut Aditjondro, buku ini merupakan hasil riset bersama sejumlah anggota tim peneliti. Buku ini juga dilengkapi dengan berbagai data-data yang bisa dipertanggungjawabkan. Buku tersebut sama dengan buku-buku karangan Aditjondro sebelumnya yang membahas masalah korupsi di lingkaran kepresidenan mulai Soeharto, Habibie, Gus Dur, Megawati hingga Presiden SBY sekarang ini.

"Ini adalah ilmiah dan berdasarkan riset. Kalaupun ada kekurangan akan kami munculkan dalam edisi revisi. Kalau ada yang tidak setuju bisa menjawab dengan tradisi ilmiah yaitu menulis buku," kata Aditjondro.

Menurut Aditjondro, setelah SBY menjadi presiden pada tahun 2004 dan terpilih kembali pada Pilpres 2009, ada banyak yayasan membonceng di Cikeas. Dua yayasan itu di antaranya Yayasan Puri Cikeas dan Yayasan Kesetiakawanan Dan Kepedulian (YKDK) yang diketuai Jero Wacik. Dari dari penelusuran yayasan-yayasan itu bukan di tangan orang-orang yang punya latar belakang khusus bidang kemanusiaan, tapi terdiri sejumlah menteri, mantan menteri, purnawirawan perwira tinggi yang kebanyakan seangkatan dengan SBY, sejumlah pengusaha dan anggota keluarga besar SBY-Ani Yudhoyono yang terjun ke bisnis.

"Di dua yayasan yang bergerak di sosial ini ada banyak menteri yang masih menjabat yang ikut menjadi pengurus serta ada pula keluarga besar SBY," kata dosen Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta itu.

Aditjondro mengaku terpancing untuk menulis buku ini setelah kasus Bank Century yang mencuat dan semakin tidak jelas arahnya. Dia juga memperkirakan ada banyak mobilisasi dana saat pemilu legislatif dan pilpres yang tidak terekam oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

(bgs/iy)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar